Minggu, 15 April 2018

Karena Tidak Nurut, Telegram di Blokir di Negara Asalnya


Aplikasi chatting yang namanya di ambil dari layanan pengirim pesan dan dokumen pada zaman dahulu yaitu Telegram. Telegram memiliki keamanan chatting yang rahasiana terjamin, karena adanya fitur enkripsi pesan, sehingga pesan yang di kirim sulit untuk di rentas orang.

Inilah keunggulan Telegram yang memiliki enkripsi yang sulit ditebak, namun keunggulan itulah yang membuat Telegram di blokir di negarannya sendiri yaitu di Russia. Karena pihak Telegram telah menolak memberikan kunci enkripsi pada kepolisian Federal Russia, Tagansky, Moscow, Rusia memutuskan memblokir Telegram.


elpais.com

Menurut hakim peminpin pengadilan untuk kasus Telegram ini Yulia Smolina, Telegram dianggap sebagai platform penyebar informasi di Russia. Oleh sebab itu Telegram harus tunduk terhadap regulasi setempat dengan memberikak akses pada pemeritahan untuk melacak hal – hal yang berbau terorisme.

Sisi keamanan ini lah yang sering disalah gunakan oleh teroris, karena para teroris bisa melakukan perencanaan rencana pergerakan selanjutnya, dan di Telegram memiliki grun yang dapat di ikuti ribuan pengguna. Fitur enkripsi end-to-end dapat mencegah pesan di cegat ditengah jalan pada saat mengirimkan pesannya kecuali penerima dan pengirim pesan itu sendiri, sehingga fitur itulah yang di salah gunakan oleh para teroris.

Di dunia saat ini, lenih dari 200 juta pengguna Telegram, sejak awal kemunculannya Telegram mengedepankan kemanan chatting. Di Russia sendiri, pengguna Telegram tidak hanya di pakai oleh rayat biasa, namun saat ini penggunaan Telegram di Russia telah di gunakan oleh pejabat pemerintahan.

Dengan kasus yang sama di Indonesia pada 2017 lalu Telegram juga sempat di blokir oleh kominfo.

*RYP

Image Header: azuka.co.za

Sumber reverensi: tekno.kompas.com



Intel akan memproduksi GPU gaming More

Otak Manusia Bisa Lebih Pintar dengan Bantuan Teknologi Ini More

Telegram di blokir di Russia More

5 aplikasi yang dapat membuat smartphone kamu lemot More



© 2018 STMIK BANDUNG . All rights reserved.